Hati-hati mengkonsumsi Es Batu


Tak semua es batu aman dikonsumsi. Beberapa penjual minuman yang 090729sigimudah ditemui di berbagai tempat menggunakan es balok yang diduga mengandung bakteri Escherichia coli (E. coli). Bakteri yang umumnya hidup pada tinja ini adalah penyebab diare, muntaber, dan masalah pencernaan lain.

Sebuah pabrik es di daerah Jakarta Barat bisa dijadikan contoh. Pabrik yang berkapasitas produksi 1.600 balok es ini menggunakan air Kali Cisadane. Air dari Kali Cisadane ditampung dalam bak besar yang kemudian diberikan sejenis obat agar air terlihat bersih. Sama halnya dengan pabrik es di daerah Cawang, Jakarta Timur. Air yang digunakan berasal dari sumur dan Sungai Ciliwung.

Produsen es ini menampung air yang disedot dari kali. Kemudian air ditampung di bak atau galon besar dan dibubuhi obat semacam tawas. Tahap selanjutnya, air diendapkan selama semalam dengan menambah garam untuk menjadikannya beku.

Produsen es batu rumahan beda lagi. Mereka tak menggunakan air dari kali, namun tak jarang menggunakan air mentah. Memang kuantitas E. coli dalam es batu rumahan lebih sedikit. Namun, tetap saja bakteri E. coli yang terkandung membahayakan kesehatan.

MENGENAL E. COLIecoli
Escherichia coli (E. coli) adalah bakteri yang hidup di dalam usus manusia. Keberadaannya di luar tubuh manusia menjadi indikator sanitasi makanan dan minuman, apakah pernah tercemar oleh kotoran manusia atau tidak. Keberadaan E. coli dalam air atau makanan juga dianggap memiliki korelasi tinggi dengan ditemukannya bibit penyakit (patogen) pada pangan.

Ada beberapa jenis E. coli yang umum ditemui dalam kehidupan sehari-hari, yaitu:

1. E. coli Enteropatogenik

Tidak membahayakan pada sebagian orang dewasa tetapi sering kali menyebabkan diare pada bayi. Mungkin ditularkan melalui air yang digunakan untuk mencuci botol. Karenanya, botol susu bayi sebaiknya direbus setelah dicuci untuk mencegah diare.

2. E. coli Enteroinvasif

Cukup membahayakan karena dapat menyebabkan penyakit disentri. Biasanya ditandai dengan tinja yang mengandung darah.

3. E. coli Enterotoksigenik

Banyak menyebabkan diare pada para pelancong (travelers diarrhea). Bakteri ini tidak terlalu membahayakan.

4. E.coli Enterohemoragik

Bakteri yang sangat berbahaya. Dalam penelitian Dewayanti-Hariyadi-et.al, 2001, dinyatakan bakteri ini hidup dalam daging giling mentah. Peneliti lain juga menemukannya pada air limbah rumah potong ayam.

Yang bisa langsung dilihat, es balok di antar dengan gerobak-gerobak es batu yang cuma ditutup karung goni. Ada juga yang di seret di lantai. Dilihat dari cara pendistribusian ke tempat-tempat makan saja sudah tahu tingkat kebersihannya.

Lebih baik minum air hangat setelah makan, lebih baik untuk kesehatan. Kalau mau minum air dingin, lebih baik yang dalam kemasan dan didinginkan dengan lemari es. Lebih baik mencegah daripada mengobati. So, hati-hati ya kalau mau cari kesegaran sesaat, tapi sakit kemudian…

Source:
Liputan 6
Kompas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: