Keluarga yang memberi


Ini adalah hal yang saya pelajari dari khotbah tadi pagi di KU1 GKY Grenvil oleh Pdt. Yakub Susabda. Tema yang dibahas adalah tentang “Keluarga yang memberi”.

Pada naturnya, manusia tidak bisa memberi. Di balik memberi pasti ada motivasi-motivasi tersembunyi, entah itu ingin dibilang baik, ingin agar orang yang diberi tersebut menjadi merasa berhutang budi, ingin disenangi orang, ingin agar dimasa depan bisa dibantu oleh orang lain juga, dsb. Tidak ada orang yang bisa memberikan dengan setulus-tulusnya. Bahkan orang Kristen pun dalam memberikan mungkin masih ada motivasi2 yang terpendam. Dalam kekristenan, kebaikan tanpa kasih adalah sia-sia belaka. Seperti gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. Mungkin bisa digambarkan dalam kata-kata Paulus: “Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku.” (Rm 7:21). Karena itu untuk menjadi keluarga yang memberi, haruslah terlebih dahulu menjadi keluarga yang dewasa dan diberkati Tuhan. Bagaimana bisa menjadi berkat jika belum diberkati Tuhan?

Hal yang sangat mengesankan saya adalah mengenai kedewasaan. Dan saya sadari bahwa saya jauh dari kedewasaan itu. Anak-anak didorong oleh insting, sedangkan orang dewasa didorong oleh kebutuhan. Jadi jika menginginkan sesuatu harus dipikirin masak-masak dulu apakah itu memang kebutuhan atau cuma keinginan. Misal sudah punya HP 2 buah, masi membeli BB karena keluar yang model baru, atau menjual HP lama dan membeli HP dengan model baru. Itu menunjukkan bahwa karakternya masih kekanak-kanakan yang didorong oleh insting bukan kebutuhan. Orang yang dewasa harus memikirkan jauh ke depan dan mempunyai planning untuk mencapainya. Sedangkan saya menjalani hari-hari hanya terlewat begitu saja tanpa ada planning yang jelas.

Orang dewasa juga harus mempunyai kesehatan mental dan psikologis yang baik, apalagi yang akan berumah tangga. Jangan hanya karena bete atau marah langsung minta pisah. Karena itu dalam pacaran pun harus sudah benar-benar belajar untuk menjadi dewasa dalam mengatasi setiap masalah. Jangan menikah sebelum merasa diri cukup dewasa untuk mengatasi semua masalah yang akan muncul nantinya. Orang dewasa juga harus bisa mengontrol diri dan emosinya. Jangan menjadi orang yang meledak-ledak jika marah karena akan menjadi contoh yang sangat buruk.

Kedewasaan juga berarti membereskan aspek-aspek kehidupan yang masih sering jatuh ke dalam dosa. Kita lihat contoh Daud. Daud bisa dikatakan tokoh yang sangat dekat dengan Allah. Dalam hal iman sudah tampak sejak Daud muda saat dia melawan Goliat. Namun dalam hal seksual, Daud belum membereskan dirinya pada bagian itu sehingga akhirnya hal tersebut berdampak pada keturunannya. Kita pun harus benar-benar menyelidiki setiap aspek dalam diri kita. Jika kita menemukan dosa, maka harus berusaha untuk menyelesaikannya.

Akhir kata, saya sendiri juga bingung udah ngalur ngidul kemana-mana dan akhirnya ga berhubungan lagi ama tema nya🙂. Berubah itu sangat sulit apalagi buat saya yang “going with the flow n do what I want to do”. Tapi harus tetap berusaha menjadi orang yang dewasa baik dalam karakter, moral, dan spiritual. Harus memikirkan jauh ke depan, harus bisa membedakan kebutuhan dan keinginan dan mengendalikannya, karena kerasa waktu sudah bekerja dan berpenghasilan sendiri, pengeluaran pun semakin besar. Membeli sesuatu pun sudah tidak terlalu dipikirkan lagi. Namun harus berpikir jauh ke depan dan harus berhemat dari sekarang ^^. Harus mengubah karakter juga tapi bagaimana ya? (kesimpulan yang aneh ^^). Semoga berhasil. God bless.

2 responses to “Keluarga yang memberi”

  1. deb2 says :

    likezzz thizzz blog ini.. mao dunkzz klo ada rekamanna.. :d
    bertambah umur bukan berarti menjadi dewasa.. tp kedewasaan itu adalah sebuah pilihan u/kita mao smkn “grow up” keep grow bro in JC.. Gb🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: