Make your days count


Sudah lama saya tidak menulis renungan mengenai hidup lagi. Saya akan coba menulis lagi. Semoga bisa menjadi berkat.

Untuk saya bisa di bilang “Life begin at 24th”. Dari masa kanak-kanak sampai awal masuk dunia pekerjaan, belum terasa yang namanya hukuman Tuhan atas dosa manusia: manusia harus bekerja keras dan berjerih lelah untuk memenuhi kebutuhannya. Namun saat mulai memikirkan masa depan, mendengar keluh kesah orang mengenai keluarga, biaya untuk keluarga, anak, pendidikan anak, rumah (this is frustrating), dan lain sebagainya, baru merasakan akibat dosa manusia.

Karena itu seolah-olah pekerjaan menjadi yang nomor 1 dalam menapaki setiap harinya. Tidak terasa hari demi hari berlalu, dan sepertinya kebutuhan juga belum tercukupi. Setiap hari hanya diwarnai dengan ke-stress-an dalam pekerjaan, keletihan, muak, semangat kerja kembali, capek, letih, semangat kerja kembali, bosan, lelah, dan begitu seterusnya.

Dalam Mazmur 90:1-17, diceritakan bahwa masa hidup manusia adalah 70 tahun, kalau kuat 80 tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan. Dalam benak saya terpikirkan, manusia hidup dan bekerja keras hanya untuk menyambung keturunan. Setiap hari dalam hidupnya ia bekerja dan bekerja terus, namun nanti anaknya pun harus melakukan hal yang sama, bekerja dan bekerja. Begitu seterusnya.

Begitu manusia sudah mencapai usia senja (ini tebakan pikiran saya saja) yang bisa dibanggakan mungkin hanya harta yang sudah dikumpulkan selama hidup, anak-anak yang bisa hidup lebih enak / mudah karena kerja kerasnya dahulu. Yang dibanggakan adalah kesukaran dan penderitaannya. Kalau dipikir-pikir, toh anaknya juga harus bekerja keras untuk menghidupi kehidupannya juga.

Karena itu dalam Mazmur ini disambungkan dengan “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.” Biarlah kita boleh lebih bijaksana menggunakan hari-hari kita, sehingga kita tidak hanya menuai keletihan di masa tua kita. Jangan biarkan kesibukan kerja memenuhi kebutuhan kita mengorbankan hubungan kita dengan Tuhan. Karena itulah yang paling bijaksana yang dapat kita lakukan setiap hari, yaitu membangun hubungan yang lebih erat dengan Pencipta kita.

Jangan kuatirkan akan masa depan mu. Be still and know that I am GOD. Tuhan dapat memenuhi setiap detil kebutuhan kita dengan segala kemaha-kuasaan-Nya. Beberapa cerita dari rekan saya menyatakan bahwa Tuhan pasti akan menyediakan selangkah demi selangkah.

Be still and know that I am GOD. 

Selamat menjalani hari-hari mu bersama Allah.

3 responses to “Make your days count”

  1. nat2 says :

    sebelum jatuh dalam dosa manusia juga uda bekerja kan is, yang mememlihara taman eden itu. jadi bekerja bukan krn hukuman akibat dosa manusia deh.hehe

  2. caterinhuang says :

    semangat bro! haha

    katanya sih gn:

    Matius 6:25-33

    6:25 “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir 1 f akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? 6:26 Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan g oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? h 6:27 Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? i 6:28 Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, 6:29 namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun j tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. 6:30 Jadi jika demikian Allah mendandani 2 rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? k 6:31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? 6:32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. l 6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah m dan kebenarannya 3 , maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. n 6:34 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”

    semangat yah!😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: